
Berita MUTIARAPOKER - Balapan perdana MotoGP di seri Losail, Qatar pekan lalu
menjadi cerita tersendiri bagi Maverick Vinales. Mendapatkan pole
position, pebalap Monster Energy Yamaha tersebut harus rela melepaskan
posisi terdepannya sejak awal balapan dan finis di peringkat ke tujuh.
Pebalap
Spanyol tersebut menjelaskan, dirinya harus mengambil racing line yang
berbeda dengan kondisi saat kualifikasi. Saat balapan, ia harus mengerem
lebih lambat dan masuk ke dalam tikungan.
“Di balapan
lebih sulit untuk menggunakan racing line saat kualifikasi. Dalam grup
pebalap, saya harus berkendara dengan gaya yang benar-benar berbeda.
Saya tidak bisa secepat saat berkendara sendiri,” ucap Vinales dikutip
dari Crash.net.
Vinales memberi catatan, motor Yamaha
M1 miliknya memang kesulitan mendapatkan top speed dibanding motor
lainnya. Tapi ini bukan masalah utama dari Yamaha.
Masalah
yang dihadapi masih sama yakni bagaimana menjaga ban tidak mudah habis
hingga akhir lomba. Saat balapan dengan intensitas pengereman tinggi,
karena mengikuti pebalap lain, ban mengalami degradasi yang sulit untuk
diatur.
Vinales memberikan contoh, saat berkendara
sendiri ia dapat melakukan pengereman saat di jalan lurus untuk kemudian
memiringkan motor dan masuk tikungan lalu membuka gas perlahan. Ini
menghemat ban.
Namun saat berlomba, untuk menjaga jarak dengan rider di
depannya, ia harus menginjak rem saat hendak memasuki tikungan.
Kemiringan motor juga bertambah dan membuat ban depan lebih cepat
tergerus. Belum lagi ia harus membuka gas lebih cepat yang membuat ban
belakang juga ikut tergerus.
“Masalahnya saat menjaga
ban, artinya saya tidak dapat mendahului pebalap lain. Maka di Argentina
(seri mendatang) akan sangat penting untuk menciptakan racing line yang
tepat, guna bertarung dengan pebalap lain. Saya tahu Yamaha dalam satu
lap bisa menjadi cepat, sangat cepat tapi itu saat sendiri dengan ritme
diri sendiri. Tapi ini soal bertarung bersama lainnya, kita harus
tingkatkan di seri mendatang,” ucap Vinales.
Comments
Post a Comment