Sejarah dan Fakta Unik Tentang Pohon Natal


Berita MUTIARAPOKER - Dalam setiap perayaan natal tak lengkap rasanya jika tak menghias rumah atau tempat ibadah dengan pohon Natal. Namun, tahukah kamu bahwa kehadiran pohon Natal dilatarbelakangi oleh sejarah panjang nan unik? Nah, kalau kamu belum tahu dan penasaran akan cerita panjang tentang pohon Natal ada baiknya kamu simak sejarahnya berikut ini.


1. Telah ada sejak ribuan tahun lalu

Tak ada satupun yang dapat memastikan kapan pohon cemara digunakan sebagai hiasan pohon Natal. Namun, beberapa menyebut bahwa pohon cemara telah dipakai di hari Natal sejak ribuan tahun lalu.

Ada yang menyebut bahwa orang yang masuk dalam aliran paganisme telah  menggunakan batang pohon cemara untuk perayaan perubahan musim dingin. Lalu, ada pula cerita tentang orang Romawi yang menghias kuil mereka untuk menyambut perayaan Saturnalia yang merupakan pemujaan kepada dewa kemakmuran.


2. Kota pertama yang gunakan pohon Natal

Selain soal kapan pastinya pohon Natal pertama kali dipakai, hal yang hingga kini masih diperdebatan adalah di kota mana pohon Natal pertama kali dipergunakan kala hari raya umat Kristiani ini dperingati. Perdebatan ini mencuatkan dua nama kota dari negara di wilayah Eropa Utara. Tallinn dan Riga merupakan kota yang diklaim pertama kali menggunakan pohon cemara utuh untuk perayaan Natal dan Tahun Baru.

Disebutkan bahwa Tallinn, ibukota Estonia, diketahui pertama kali memiliki pohon Natal pada 1441. Di lain pihak, Riga yang notabene ibukota Latvia juga mengklaim hal sama pada 1510. Bahkan, di alun-alun kota Riga terdapat sebuah plakat yang menandakan pohon Natal pertama kali di kota itu.


3. Cerita St. Boniface dan berpindahnya penganut pagan menjadi kristiani

Cerita seputar pohon Natal kian berkembang dari waktu-waktu. Negara di kawasan Baltik tak luput dari cerita-cerita yang melatarbelakangi hadirnya hiasan tersebut. Salah satunya yang melibatkan seorang tokoh bernama St. Boniface.

Diceritakan St. Boniface yang berasal dari Inggris memutuskan pergi dan berkelana ke Jerman. Dalam perjalanannya, dia menemukan sekelompok orang penganut paganisme yang melakukan persembahan untuk memuja pohon oak.

Untuk mencegah pemujaan itu tak berlanjut, St. Boniface pun mencoba menebang pohon oak dan memberikan pembuktian bahwa pohon oak akan tetap tumbuh meski telah dipotong. Dari situlah penganut paganisme berpindah menjadi umat Kristiani.


4. Sosok awal pencetus hiasan pohon Natal di rumah

Hiasan pohon Natal yang terpajang di rumah tak serta merta hadir begitu saja lho. Ada cerita unik dibalik penempatan pohon Natal di dalam rumah. Martin Luther, seorang penceramah agama sekaligus tokoh reformasi gereja asal Jerman yang lebih dulu mempunyai ide membawa pohon Natal ke dalam rumah.

Bersetting pada abad ke-16, diceritakan sehari sebelum Natal Martin Luther menyempatkan waktu berjalan menyusuri hutan. Dalam perjalanan itu dirinya menengok ke langit dan melihat bintang bersinar terang di antara pepohonan. Sesaat kemudian, dia menebang pohon di hutan itu dan membawanya ke rumah. Tak lupa, dia menceritakan kejadian tersebut pada anaknya. Menurutnya, peristiwa itu mengingatkannya pada Yesus.


5. Makin modern pada abad ke-19

Pohon Natal yang telah dipakai sejak lama makin bersolek pada abad ke-19. Pangeran Albert punya andil dalam mempopulerkan pohon Natal beserta hiasannya yang kini masih lestari ditemukan. Latar belakang suami ratu Victoria itu yang berasal dari Jerman jadi sebab pohon Natal makin bertransformasi. Pasalnya, sejak dulu Jerman punya tradisi natal yang unik khususnya dalam menghias pohon Natal.

Keluarga kerajaan Inggris pun ketika itu mulai mempercantik pohon Natal dengan lilin, permen dan pernak-pernik lain yang digantung. Aktivitas ini pun terabadikan dalam sketsa yang dimuat dalam surat kabar di London. Sejak saat itulah masyarakat Inggris mulai mempersiapkan pohon Natal layaknya yang dilakukan oleh keluarga kerajaan.


Cerita panjang nan unik tentang pohon Natal menunjukkan bahwa kehadirannya begitu punya makna yang berarti. Dari pohon Natal, hubungan dengan Tuhan menjadi lebih abadi dan membawa kehangatan dalam putihnya hari Natal.



Comments