Fakta Kue Keranjang, Kue yang Wajib Ada Setiap Perayaan Imlek


Berita MUTIARAPOKER - Pada perayaan imlek, salah satu hal yang menjadi tradisi dan identik selain berkumpul bersama sanak saudara, sembahyang, ornamen berwarna merah, dan angpao adalah makanan yang disajikan saat makan bersama keluarga, mulai dari lauk pauk hingga kue atau camilan.


Begitu pula dengan makanan yang hanya disajikan pada momen setahun sekali ketika perayaan imlek ini seperti kue keranjang. Berikut adalah beberapa fakta mengenai si legit ini.

1. Asal muasal nama kue keranjang

Kue yang selalu hadir di setiap perayaan imlek ini juga disebut sebagai Nian Gao (年糕) dalam bahasa mandarin. Arti dari nian (年) sendiri adalah 'tahun', dan gao (糕) berarti 'kue', pelafalannya mirip dengan gao (高) yang memiliki arti 'tinggi'.

Nama ini melambangkan bahwa kue keranjang diharapkan dapat membawa kesejahteraan yang semakin meningkat pada setiap tahun.


2. Sejarah dan makna di balik kue keranjang

Kue yang berbahan baku tepung ketan dan gula ini memiliki sejarah dan makna yang berbeda-beda pada setiap versinya.

Pada salah satu versinya yaitu, pada periode musim semi dan musim gugur di Tiongkok terdapat seorang perdana menteri bernama Wu Zixu yang bijak. Pada saat itu, Wu Zixu berpesan pada orang-orangnya untuk tidak memandang sebelah mata sebuah perang dan ketika sesuatu yang buruk terjadi rakyat Cina harus menggali lubang di tembok yang telah dibangun.

Benar saja, setelah perdana menteri Wu Zixu meninggal, terjadi perang yang hebat mengakibatkan wabah kelaparan pada banyak rakyat Tiongkok masa itu. Pesan yang terdahulu telah disampaikan oleh beliau pun dilaksanakan, tembok yang diciptakan oleh Wu Zixu itu pun ternyata terbuat dari batu bata yang berasal dari bahan baku kue keranjang dan berhasil menyelamatkan para rakyatnya dari kelaparan.

Untuk menghormati dan memperingati jasanya, rakyat Tiongkok pun selalu menyajikan Nian Gao tersebut setiap tahun.

Selain itu, ada yang menyebutkan bahwa kue ini dihidangkan secara turun-temurun untuk disajikan kepada Dewa Dapur, agar melaporkan hal - hal yang baik ketika kembali ke surga.


3. Kaitannya dengan tradisi imlek pada masyarakat Tionghoa

Sudah menjadi sebuah tradisi bagi orang Tionghoa untuk membagikan kue keranjang kepada tetangga, teman, atau kerabat dekat pada waktu mendekati Imlek dengan harapan agar hubungan yang terjalin semakin langgeng dan baik layaknya lengket kue keranjang tersebut. Selain itu, bentuknya yang bundar juga memaknai hubungan persaudaraan yang tanpa batas dan selalu bersama.


4. Pembuatan kue keranjang yang memakan waktu tak sebentar

Pembuatan kue keranjang membutuhkan waktu yang terbilang sangat lama, yaitu sekitar    10 - 12 hari untuk fermentasi tepung ketan hingga proses pengukusan yang sekitar 12 jam.

Dibutuhkan tenaga ekstra dan sebuah kesabaran untuk membuat kue yang satu ini. Karena itu kue keranjang juga mencerminkan kegigihan dan kerja keras menjalani hidup. Lamanya pembuatan kue tersebut diimbangi dengan masa kedaluwarsa kue keranjang yang dapat mencapai berbulan - bulan.


5. Selain dimakan secara langsung, kue keranjang juga dapat disajikan dengan cara yang berbeda lho

Selain dimakan secara langsung, kamu dapat mengolah kue keranjang menjadi camilan manis. Misalnya, kue keranjang dicampur dengan adonan tepung dan telur untuk digoreng, juga olahan lainnya dengan ubi ungu atau biji wijen dan menjadi isian dari roti goreng.


Nah, itulah beberapa fakta dari kue keranjang! Apakah kue ini juga menjadi makanan favoritmu?



Comments